CATHARKU


Untukmu yang selalu tertunduk malu

saat aku pandangi

Ku belai rambut pekat yang terurai itu tandanya aku sayang, ku sentuh penuh kelembutan itu artinya kemanjaan, serta ku kecup bibirmu yang selalu basah itu tandanya aku cinta.

Kini… aku bercerita tanpa ada yang aku dustakan itu artinya aku percaya penuh pada kekasih hatiku. Adapun dirimu yang tak bisa berterus terang, dalam hal ini bukanlah egois, tapi masalah kepercayaan. Buktinya tak sepatah katapun kritik atau saran atau bahkan jawaban yang keluar dari indahnya bibirmu tentang apa yang aku utarakan saat itu.

Entah buah dari keterlaluannya rasa percaya ini pada dirimu, atau kebodohanku. Segala apa yang tak semestinya aku ceritakan atau tanyakan malah disampaikan. Aku memang pemuda biasa yang tak tahu arti dari keterusterangan dan belum mengerti makna mencintai. Dan… pada padirimu, aku hanya ingin jujur dan apa adanya. Karena kamupun tahu tak adalah yang spesial yang dapat diandalkan terdapat pada diri ini.

Adapun tentang ekspersi wajahku di hari minggu, itu adalah bagian dari sikapku yang sememangnya tak harus aku tunjukkan. Namun kamupun ternyata pandai membaca ekspresi orang. Kalau demikian, cobalah untuk bisa saling bicara, sebagai solusi yang aku ajukan pada kekasihku tersayang. Dan, jika engkau merasa bersalah itu wajar. Karena pada dirimu ada rasa yang tengah bersemi. Tapi jangan biarkan hal itu terus mengganggumu. Sekali lagi, jika memang kamu mencintaiku sepenuhnya, kita bicarakan segala sesuatu tanpa ada ragu. Toh kalau memang kita saling percaya tak mungkinlah ada curiga atau apa.

Akhir kata, aku tanyakan kenapa panggilanmu berubah? Sebenarnya aku menanti panggilan manjamu waktu itu. Dan jika kamupun bertanya kenapa bahasaku memakai “aku dan kamu” itu karena aku masih belum bisa tenang.

Andai saja kamu sudi menjawab kembali apa yang aku utarakan, aku sangat berterimakasih dan itu aku harapkan. Tapi jika tidak, artinya kamu tak mahu untuk coba saling berkata jujur.

Kututup dengan kata :”tersenyumlah! Karena sampai saat ini aku masih milikmu”.

Pemuda biasa

yang tak paham bercinta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: