Kerinduan

•Mei 2, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam setiap kerinduan tersimpan rasa lebih dalam yaitu tentang bagaimana sebuah kerinduan tersebut muncul lantas menjadi sebuah keindahan tersendiri atau bahkan menjadi sebuah penyiksaan akan diri yang kian sepi dan terasing oleh belenggu tersebut.

Kini, dalam setiap kesendirianku aku mencoba mengalihkan kerinduan menjadi sebuah inspirasi untuk menyusun buah pikiran yang aku tuang menjadi sebuah bait-bait sajak yang mengungkapkan sejuta rasa dan pesona penghias kerinduan tentang perjalanan cinta dalam dunia asmara.

Iklan

Sahabat…..

•Mei 2, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sahabat…..

Tahun berlalu, hari berganti, waktupun berjalan pasti. Rona dan warna kehidupan terus berjalan menapaki alur sebuah derama kehidupan, ada saat datang dan ada pula saat pergi.

Patah tumbuh silih berganti, kadang waktu seperti burung yang terbang singgah disetiap ranting kehidupan tanpa sebuah ratapan. Kadang pula waktu seperti butir air, menetes mencatat setiap kejadian berbagai rona kehidupan yang telah kita lalui dalam kebersamaan.

Sahabat…..

Kenangan kita yang lama tersimpan mari kita analisa kembali untuk menapaki jalan kehidupan yang lebih baik.

Ada harapan yang tak pernah tersisa dari perjalanan saat-saat kebersamaan kita. Kusimpan dan kuabadikan semua kenangan dalam lembar ingatan, semoga keabadian tetap terurai di hati kita.

Sahabat….

Adapula yang telah tersusun rapi di sini, seuntai senandung harap yang tak pernah berhenti mengalir mengantar setiap langkahmu dalam menyusuri hidup ini. Kini.. aku antarkan langkahmu dengan keikhlasan hati dan bisik lirih kata terakhirku untukmu : “selamat jalan “ sahabat.

UNTUK KALIAN YANG MASIH PUNYA NURANI

•Mei 2, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

UNTUK KALIAN YANG MASIH PUNYA NURANI

Aku sampaikan salam sejahtera bagi anda semua, semoga perjalanan hari yang terlewati penuh makna dan memang berarti bagi diri. Kini, dalam sebuah catatan terbuka ini aku tuangkan beberapa hal yang sememangnya patut aku ungkapkan agar tiada lagi keresahan selimuti jiwaku serta kebodohan yang melekat pada diri, bukan berarti harus berhenti mencari.

Dalam kesempatan yang memang kurang berkenan ini aku turut sertakan pula kebimbangan dalam pencatatan setiap kata, entah dari mana harus aku mulai untuk mengawali sebuah cerita tentang hidup anak muda biasa tanpa sekolah sastra berkeinginan memakai bahasa luar biasa.

Selanjutnya, adapun kumulai tuliskan ini adalah bukan sebuah awal yang pasti. Tapi jika tidak, manalah mungkin akan ada titik tolak sebagai kata pertama. Dari sini aku mulai lantunkan kidung jiwa yang lara dengan seribu duka dalam mengarungi sejuta kata tanya tentang apa makna dari hidup dan kehidupan. Lantas, aku teruskan dengan mengingat apa yang menjadi pengalaman di masa kanak-kanakku yang memang kurang adanya kasih sayang serta aku memang bukanlah seorang yang di besarkan dalam keadaan serba mapan. Namun berbekal dari kesederhanaan tersebut sampai kini aku masih bisa bersyukur. Karena hal itulah aku belajar mandiri, meskipun hati ini kadang merasa iri pada orang lain yang memang tidak seperti aku.

Kemudian, kini aku dapat dikatakan sebagai remaja yang beranjak dewasa, dimana aku mulai mengenal wanita dan asmara. Sebagai anak muda biasa, aku marasakan adanya sebuah rasa yang jauh lebih indah ketimbang pelangi senja hari atau bahkan rasa itu jauh lebih harum dari pada sang mawar yang sedang berkembang, Yakni CINTA. Dengan mengenal seorang dara, aku mulai berkelana dalam dunia tersebut. Yang mana semua itu pula  menjadi awal untukku mulai memikirkan arti dari sebuah mencintai serta makna dari ikatan atau jalinan yang sedang dijalani.

Dan… aku tuliskan semua tentang ini adalah untuk kalian yang masih punya nurani, segeralah pikirkan apa yang anda dapat kerjakan demi menghadapi masa yang akan datang. Ingatlah dengan sebuah cinta kalian bisa menderita atau sebaliknya. Tergantung bagaimana kalian menjalani dan membawanya.

Dariku, untuk kalian yang masih punya nurani.

Akhirnya saat ini tiba untukku mengucapkan terima kasih pada ibuku yang sabar menceritakan dongeng sebelum tidur kepadaku, kepada ayahku yang setia mengais rezeki menghidupi kami, pada adikku yang kadang buat aku kesal setengah mati itu berarti beri aku tuk belajar sabar, dan pada kekasih hatiku yang setia mengeja cintaku dengan penuh kasih sayang aku ucapkan segalanya. Serta pada teman-temanku yang tahu arti dari sebuah sajak terbuka, dan terimakasihku untuk kalian pula yang tak kusebut namamu.

Penulis.

Secercah Kabut Ungu

•April 30, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Di kala suatu ketika senja pernah memerah darah

perlahan arakan awan pelan menaburkan rintik hujan

kemudian kutatap biasnya menjadi warna yang indah

itulah pelangi harapan yang tampak berkilauan.

Sebagai seseorang yang baru beranjak dewasa

aku tata perjalanan hidup penuh cinta

bersama sang istri yang setia

setahun lebih sudah perjalanan hidup kami

dianugerahilah seorang puteri yang

cantik jelita.

Dengan penuh rasa syukur kami menyambutnya

dialah sekarang segala curahan hati dan perhatian

dialah sekarang puteri dalam sanubari

dialah penghias taman impian kami.

Ku beri nama LINDY LISTIA PRABADIANSYAH

merupakan buah cinta yang terwujud melalui ikatan sakral pernikahan

dari pasangan Yudiansyah dan yeni Siti Marlina.

Dengan harapan sejelita parasnya baik pula hatinya,

denagn harapan diberikan kecerdasan lebih dari ayahnya

denganharapan dimudahkan rezekinya

dan terpenting adalah sehat dan panjang umur.

Ya Allah, tiada henti aku panjatkan rasa syukur ini

dengan kepercayaan yaang engkau berikan ini

semoga aku dapat mengemban amanat.

amiien, ya robbal alamiin.

POLLING EUNG!!!

•April 30, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kemilau Sayap Jingga

•April 25, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Teman….

Sang surya nampak berseri penuh dengan warna dalam berkas sinarnya. sehingga pagi ini kita semua dapat merasakan kehangatan dari lembut belai kasihnya pada dunia.

Teman …

Adakah kita sadari keagungan sang pencipta ini, dengan bersyukur padanya aku merasakan sesuatu hal yang teramat tenang dalam mengarungi samudera hidup, meski kadang ombak bahkan badai kebencian dan keserakahan mengahntui perjalanan hidup ini.

Temanku…

Aku mahu kau tahu betapa indah bukan hidup dengan Islam satu-satunya penataan hidup yang tiada tara. Jika begitu…. mari kita tingklatkan rasa terima kasih kita pada sang pencipta lewat karya dan ibadah semestinya.

Wahai temanku…

Tiada kata terucap selain terima kasih ku pada-Nya. hari ini aku masih diberikan kepercayaan untuk mendapat seorang puteri yang cantik jelita, yang mana hari ini  ia menginjak genap 40 hari. Di hari ini pula aku haturkan sembah sujudku pada-Nya.

Tema-temanku …

Aku ingin tuangkan seluruh kegembiraan dalam hidup ini padamu, karena engkaulah yang senantiasa sabar mengeja dan mendengarkan tentang apa yang jariku ini ketukan pada keyboadmu yang semakin senja dan kian tak layak lagi aku gunakan. Namun demikian, aku tahu kaulah yang berarti dalam membantu semua tulisanku ini terbit dan terbagi pada dunia maya kita yang penuh pesona.

Teman dari teman-temanku …

Aku bercerita penuh inspirasi walau narasi atau deskripsi yang aku tuang tak seindah untaian kata dalam puisi namun aku ceritakan satu lagi, yakni secerah pagi ini aku mendapatkan sebuah kemilau jinggganya sayap-sayap harapan. semoga seiring cerahnya mentari pagi ini aku harap cerah pula langkahku ke depan dalam meniti dan menyusuri jalanan hidup yang terjal, berduri, kadang membuat luka ini.

Temanku…

akhir kata tulisan kali ini aku sampaikan peluk ciumku pada sang istri yang senantiasa sabar dalam mencinta dan peluk hangatku buat sikecil LINDY LISTIA PRABADIANSYAH yang ayah cintai.

Thanks.

Yudiansyah

CERITA MALAM

•April 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

entah dari mana aku mulai tuliskan…. namun yang pasti sedingin malam ini aku mencoba mencari kejernihan dalam berpikir dan ketenangan laksana angin malam yang mengoyangkan lentiknya jemari dedaunan dan wanginya sedap malam yang kian menabur pesona pada penikmatnya.